0

Pesta Demokrasi Pemilu Presiden 2014

Posted on 09 Juli 2014

Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs8SWQlgqMoYnnCbSiBL9Ehh2-lcu993PuHDitw7X2a-5HGLFTG0Mxn_fjpYfFo7RdtxbRN3612wC8mhOUfGWreJ28MjtHT6M0hFEmsxoUfcSETmZOh5T6Zi7rsuQQsx1Nz1mhPQQhQyCy/s1600/SL376872+kelingking+pemilu+800.JPG
Hari ini seluruh rakyat Indonesia yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Ya, dan itu termasuk saya. Kebetulan pada pemilihan presiden kali ini saya berada di kampung halaman, otomatis saya nggak jadi golput, hehehe.

Rencana saya untuk golput karena prediksi saya hari ini masih di rantau ternyata salah. Hari ini saya menyalurkan aspirasi saya untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Sebenarnya tidak ada yang saya takutkan dalam memilih presiden untuk Indonesia kali ini. Saya yakin calon presiden yang sudah mencalonkan diri tersebut memang merasa dirinya mampu dan tidak main-main belaka.

Tetapi di sini bukan itu yang saya takutkan. Saya hanya takut orang-orang yang tiap detiknya memenuhi beranda facebook saya untuk berkampanye menyuarakan calon-calon presiden pilihannya hanya berhenti sampai hari ini saja. Saya takut mereka hanya peduli dengan nasib bangsa ini untuk 5 tahun ke depan sebatas euforia pemilu saja. Saya takut euforia belaka itu justru akan berdampak buruk pada negeri ini. Banyak saat ini orang bermuka dua yang peduli pada negeri ini jika ada maunya saja. Saya inginnya setiap orang memikirkan masa depan negeri ini setiap harinya tanpa harus menunggu momen-momen seperti pilpres kali ini. Saya ingin setiap orang bergerak dan turun langsung ke lapangan, ke jalan raya, mengatasi dan membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan permasalahan-permasalahan lain negeri ini. Jangan nanti ketika sang presiden sudah terpilih kemudian semua lepas tangan, semua nggak mau tahu apa selanjutnya yang terjadi di negeri ini, bahkan ada yang memberikan respon negatif ketika presiden pilihannya membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan pribadinya. Jadi apa? Apa negara ini cuma milik dia saja? Bukan. Negara ini milik kita bersama. Jadi, apapun yang terjadi dengan negara ini, kita harus terus mendukung dan melakukan yang terbaik untuk negeri ini.

Semoga ketakutan-ketakutan saya di atas tidak terjadi. Saya masih ingin berpikir positif terhadap rakyat Indonesia. Semoga hal ini tidak euforia belaka, tetapi benar-benar aksi nyata dari rakyat Indonesia untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik. Well, sampai kapanpun, Indonesia akan selalu dalam sanubariku, apapun yang terjadi di negeri ini, disinilah saya hidup dan mendapat penghidupan, tanah air saya yang tak kan pernah tergantikan. I love you Indonesia.
Sumber Gambar : https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xap1/t31.0-8/p720x720/10365449_733723670026910_8569276786618440314_o.png
_______________________________________________________
Today the people of Indonesia who are already qualified as a voter have done the democratic party presidential election. Yes, and that includes me. Incidentally the presidential election this time I was back home, auto, I do not abstentions, hehehe.

I plan to abstentions, because my predictions, today I was at seacoast, but all of it is wrong. Today I channeled my aspirations for the fate of Indonesia next 5 years. Actually there is nothing I fear in choosing the president to Indonesia this time. I am sure, presidential candidates are already running, it felt himself able, and not mere playfulness.

But here, that's not what I was afraid of. I'm just afraid of people who fulfill every second of my facebook homepage for campaigning presidential candidates voicing his choice, just stopped to this day only. I'm afraid they are only concerned with the fate of this nation for the next 5 years limited only election euphoria. I fear the sheer euphoria would likely have a negative impact on the country. Many of today's two-faced people who care about this country if he wants it. I wanted everyone to think about the future of this country every day without having to wait for such moments election, like this time. I want every person move and dropped directly into the field, into the streets, resolve and assist the government in addressing poverty and other problems of this country. Please do not later when the president is selected then all hands-off, all do not want to know what happens next in this country, and some even gave a negative response when the president makes policy choices that are not in accordance with personal desires. So what? What this country only belongs to him alone? Instead. This country belongs to us all. So, whatever happened to this country, we must continue to support and do their best for the country.

Hopefully my fears above does not occur. I still want to think positive about the people of Indonesia. Hopefully this is not a mere euphoria, but actually the real action of the people of Indonesia for Indonesian advancing towards the better. Well, until whenever, Indonesia will always be in my heart, no matter what happens in this country, this is where I live and got a living, my land that will never be replaced. I love you Indonesia. 
 

0

Kesan Pertama Pulang Kampung 2014

Posted on 08 Juli 2014

Sumber Gambar : http://udinwidarso.files.wordpress.com/2012/08/pulang-kampung.jpg
Kesan pertama keluarga saya terhadap diri saya saat pulang kampung beberapa hari yang lalu (3 Juli 2014) adalah "Kok maleh kuru tho?". Dengan jujur ditambah senyuman kujawab, "Ilate ra cocok karo panganan kono, hehehe". Ya, itulah salah satu penyebab kenapa saya bertambah kurus. Sekedar info saja berat badan saya saat ini cuma 48 kg, itu kalau lagi nggak puasa, kalau lagi puasa berat badan saya bisa cuma 46 kg, Ya ALLAH, betapa kurusnya saya.

Memang faktor makanan dan nafsu makan itu sangat mempengaruhi berat badan (menurut saya). Karena lidah saya yang lidah Jawa, otomatis kurang cocok dengan berbagai bumbu dan masakan khas Aceh yang sebetulnya masakan Aceh itu enak bagi sebagian orang. Tapi ya mau gimana lagi, seperti peribahasa "lain lubuk lain belalang", bagaimanapun juga lidah Jawa akan selalu cocok dan merindukan masakan Jawa. Walhasil selama saya merantau, makanan bukanlah menjadi daya tarik tersendiri buat saya, tetapi lebih tepatnya saya makan karena kelaparan dan butuh energi, bukan karena ingin makanan. Huhuhu.

Ya inilah sisi pahitnya bagi anak rantau yang beda budaya, tetapi yakinlah, masih lebih banyak sisi manisnya yang akan kita dapatkan di saat kita merantau dan menjelajahi berbagai belahan daerah yang telah ALLAH ciptakan dengan berbagai budaya dan adat di dalamnya. Apalagi jika kita dapat mensyukuri betapa agung dan megahnya setiap sudut dari permukaan bumi ini yang telah ALLAH ciptakan untuk kita manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Subhanallah.
_______________________________________________________
My family's first impression on me when back home a few days ago (July 3, 2014) was "Why so skinny?". With a smile I said honestly added, "My tongue is not in accordance with the food there, hehehe". Yes, that's one reason why I'm getting really skinny. Just info only my current weight is just 48 kg, it's when I'm not fasting, when I was fasting, my weigh only 46 kg, O GOD, how skinny I am.

Dietary factors and factor appetite, it greatly affects body weight (in my opinion). Because my tongue is the tongue of Java, automatically, my tongue is not in accordance with various herbs and traditional cuisine of of Aceh, which it actually delicious dishes for some people. But how would, like the proverb "other other depths locusts", however, my tongue will always match, and will always miss Javanese cuisine. Finally, as long as I wander, food is not the main attraction for me, but rather, I eat for hunger and energy needs, not because I want food. Huhuhu

Yes this is the bitter side for a different culture of seacoast children, but be sure, there are still more of the sweetness that we will get when we go abroad and explore various parts of the region that has GOD created with different cultures and customs in it. Moreover, if we can appreciate how great and magnificent every corner of this earth who have GOD created for us humans as caliph on earth. Subhanallah.

0

Quote #4

Posted on 06 Juli 2014


"Hidup memang tidak mudah, saya berulang kali jatuh dan mencoba untuk bangkit kembali. Karena saya yakin ALLAH SWT selalu bersama saya."
_________________________________________
"Life is not easy, I was repeatedly fall and try to rise again. Because I believe ALLAH SWT is always with me."

Catatan : Jatuh yang paling sakit itu adalah saat anda sedang jatuh sendiri di rantau dan sangat merindukan pelukan keluarga di kampung halaman.
 _________________________________________
Note : Most fall sick it is when you're in itself, at the shoreline, and miss hugs family at home.

Banda Aceh, 27 Juni 2014
 

0

Quote #3


"Tak peduli pangkat berbintang apa yang telah kau dapat, jika kau menyelesaikan masalah dengan otot dan emosi, itu sama saja dirimu tak pernah sekolah."
_________________________________________
"No matter what star rank you get, if you resolve problems with muscles and emotions, that would be you never been to school."

Blitar, 6 Juni 2014

Based on true story
Note : Special quote for someone


 

0

Monumen Trisula, Pantai Pangi & FOCCER-IA3

Posted on 26 Juni 2014

Mulai dari mengunjungi Monumen Trisula
Sampai Pantai Pangi yang elok jelita.
Inilah salah satu kerjaan saya (kami) di saat usia saya (kami) masih muda. Ya, menghabiskan waktu bersama sahabat mengunjungi tempat wisata, entah wisata sejarah maupun wisata alam. Salah satu perjalanan yang sempat kami rasakan adalah perjalanan menyusuri sebagian kecil dari daerah Blitar Selatan. Dimulai dari mengunjungi monumen trisula sebagai saksi sejarah, sampai pantai pangi yang elok.
FOCCER-IA3 dan Monumen Trisula
Dengan mempelajari sejarah, itu tak membuat kami ketinggalan zaman, justru ini memperkaya khasanah ilmu kami. Dapat mengenang perjuangan para pahlawan dan meresapi nilai-nilai heroik yang ia punya, serta mengambil sisi positif dari kejadian tersebut untuk bisa diterapkan dalam kehidupan kita.
Sisi lain dari Momunem Trisula
Menyatu dengan alam juga menjadi salah satu cara bagi kami untuk mensyukuri keagungan ciptaan Allah. Menyusuri tepian pantai bersama, bermain pasir pantai dan membentuk berbagai macam bangunan, sampai bermain air ombak yang seru. Semua kebahagiaan itu, kebahagiaan menyatu dengan alam dan berbaur dengan sahabat, semua itu tak akan tergantikan. Tentu hal ini tak akan pernah terlupakan, dan kami sangat tidak menyesal melakukan hal-hal gila itu di saat kami masih muda (masih SMA).
Bermain Ombak
Saya nggak paham apa yang mereka lakukan :D
Salah satu gaya yang nggak boleh ketinggalan untuk diabadikan saat bermain ke pantai.
Masa muda yang (kata orang) penuh cinta.
Hahaha, kegilaan lain yang kami lakukan.
Kejadian tak terduga, sang ombak datang dengan kencangnya, hahaha.
Inilah kami, sederhana & bahagia.
______________________________________________________
This is one of our work when we were young age. Yes, spending time with best friend visiting tourist attractions, whether historical tourism and nature tourism. One trip we felt that was a trip down a small part of South Blitar area. Starting from visiting Trisula Monument as a witness to history, until Pangi beach which exquisite.

By studying history, it does not make us obsolete, it's enrich our knowledge. Can commemorate the struggle of the hero, permeates the heroic values ​​that he had, and take the positives from the incident to be applied in our lives.

Blends with nature is also one way for us to appreciate the majesty of God's creation. Down the shore together, play sand beach and established various buildings, until play the exciting waves. All the happiness, the happiness blends with nature and mingling with best friend, all of it could not be replaced. Of course this will never be forgotten, and we are not regret do crazy things when we are young.

0

Pekerja Bianglala / Dremolen


Ini merupakan salah satu jenis pekerjaan yang cukup membahayakan. Pria ini bekerja sebagai operator bianglala (atau orang jawa menyebutnya dremolen) di sebuah pasar malam, pasar malam yang selalu keliling dari satu daerah ke daerah lainnya. Bisakah anda bayangkan betapa besar resiko yang harus dia terima jika terjadi sesuatu dengan bianglala tersebut? Mengingat pria ini bekerja tepat di bawah bianglala tersebut. Apakah pria ini telah mendapatkan asuransi kerja yang layak untuk pekerjaan dengan resiko sebesar itu? Semoga saja iya.
______________________________________________________
It is one kind of work that is quite dangerous. This man worked as a Ferris wheel operator (or the Java call dremolen) in a night market, night market constantly traveling from one area to another. Can you imagine how great a risk that must be accepted if there is a fault with the Ferris wheel? Considering this man's right to work under the Ferris wheel. Does this man have to get insurance for a job working with the risk of it? Hopefully yes.